Tugas Akhir Sekolah

Mukjizat dan kejadian luar biasa ( Agama )

a. Pengertian mukjizat

Menurut bahasa, mukjizat berarti sesuatu yang melemahkan atau mengelahkan. Menurut istilah, mukjizat berarti sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada diri nabi atau rasul. Itu dilakukan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah nabi atau rasul. Yang tidakdapat ditirukan oleh siapapun.

b. Macam-Macam Mukjizat Yang dimiliki para rasul

Jika diliat dari sifat, mukjizat terbagi 2, yaitu :

Mukjizat Hisiyah

Mukjizat hisiyah ialah mukjizat yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan serta dipegang. Mukjizat ini ditujukan kepada orang yang dapat menggunakan akal pikirnnya dengan baik. Contoh, mukjizat yang dierikan kepada nabi adam as. Ketika qubil dan habil melaksanakan qurban kurban hbil diterima sedangkan kurban qubil yang berupa buah-buahan busuk tidak di terima rasul.

Mukjizat maknawiyah

mukjizat maknawiyah adalah mukjizat yang  tidak dapat dilihat, didengar dan dirasakan serta dipegang. Mukjizat ini hanya dapat dimengerti dan dikenal oleh orang yang berfikir sehat , berbudi luhur , dan berperasaan halus. Contohnya, mukjizat yang diberikan kepadam nabi Muhammad SAW yaitu berupa Al-Qur’an.

A.Karamah

Menurut bahasa karamah berarti kemuliaan, keluhuran dan anugerah. Menurut ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan kepada para wali. Wali ialah orang yang beriman, bertakawa, dan beramal saleh.

B. Maunah

Maunah berarti pertolongan. Maunah diberikan Allah kepada orang yang dikehendakinya baik manusia, nabi, maupun wali.

C.Irhas

Irhas ialah kejadian luar biasa yang ada pada diri calon nabi atau rasul ketika masih kecil.

E. Perbedaan antara Karamah, Maunah, Irhas

Perbedaannya adalah sebgai berikut :

  • Karamah diaugerahkan kepada wali
  • Maunah diberikan kepada siapapun dan bersifat umum untuk sesama manusia
  • Irhas dianugerahkan kepada calon nabi atau rasul Allah SWT
  • Manfaatnya adalah orang-orang yang pantas untuk diteladani hidupnya.

 

Comments

Contoh Karya Ilmiah Biologi


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya dapat mengumpulkan tugas makalah yang berjudul  “ Tumbuhan&Tanaman Transgenik dan Fertilisasi Invitro ” dengan tepat waktu.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

  Tangerang, Februari 2012

 

                                                                                                                        Penyusun

 


 

Fertilisasi In Vitro

Bab I

A.   Definisi

Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Atau FIV adalah teknik mencampurkan sel telur wanita dengan spermaa dari pasangannya ke dalam wadah kecil atau tuba tes di laboratorium untuk membuat fertilisasi terjadi. Begitu sel telurnya berhasil difertilisasi (pada tahap ini dikenal sebagai embrio), satu atau lebih embrio ditempatkan di kandungan wanita melalui serviks.

 B.    Tujuan

Untuk membantu pasangan suami istri yang sulit mendapat keturunan atau anak. Ataupun bagi pasangan yang ingin menentukan jenis kelamin bagi buah hati mereka.

C.   Langkah – Langkah

  1. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang.
  2. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan pemeriksaan ultrasonografi.
  3. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi.
  4. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur, kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik.
  5. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel.
  6. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri. Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan.
  7.  Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi.

D.   Faktor yang Mempengaruhi

  1. Usia sang ibu. Semakin muda usia sang ibu maka semakin besar peluang keberhasilan.
  2. Ada atau tidak adanya penyakit penyerta seperti kista, miom, dll pada saluran telur. Jika ada maka harus ditangani terlebih dahulu.
  3. Sang ayah. Semakin sedikit jumlah sperma yang dihasilkan sang suami, semakin kecil peluang keberhasilan program bayi tabung tersebut.

 Keunggulan

  1. 1.         Sisa embrio dapat disimpan untuk dipindahkan pada lain kesempatan tanpa harus mengulangi keseluruhan proses fertilisasi in-vitro.
  2. Member peluang bagi pasangan suami istri untuk bisa memiliki anak.
  3. Jenis kelamin anak yang akan lahir dapat diatur oleh keinginan kita.

 F.     Kelemahan

  1. Ada kemungkinan kelainan genetis.
  2. Harganya sangat mahal.
  3. Kemungkinan untuk berhasilnya sedikit.

 

Bab II

A.   Kesimpulan

Bayi tabung dapat digunakan oleh pasangan yang sulit untuk mendapatkan anak, walaupun tingkat keberhasilannya tidak mencapai 100%. Atau oleh orang-orang yang menginginkan anak tetapi belum menikah.

B.    Saran

Cobalah untuk menggunakan cara ini walaupun belum tentu berhasil, karena setidaknya anda sudah mencoba. Karena memiliki anak adalah salah satu takdir yang diberikan oleh Tuhan YME.

 


 

Tumbuhan dan Hewan Transgenik

Bab I

 A.   Definisi

Tumbuhan dan hewan transgenic adalah tumbuhan DNA tanaman dan hewan yang mendapat sisipan gen tertentu dari organism lain.

B.    Tujuan

Untuk mendapatkan organism dengan sifat unggulan.

C.   Langkah-Langkah

  1. Mengambil plasmid suatu bakteri yang akan disisipkan.
  2. Pada plasmid tersebut disisipi gen tertentu ( DNA Rekombinan).
  3. Lalu plasmid yang sudah disisipi gen tadi dimasukkan ke dalam sel vector.
  4. Lalu sel vector digandakan dan dimasukkan pada sel tumbuhan atau sel hewan.
  5. Hasilnya akan bertambah banyak.

 D.   Keunggulan

  1. Dapat menghasilkan tanaman dan hewan yang bersifat unggul.
  2. Peningkatan kadar protein.
  3. Pembentukan tanaman resisten hama, penyakit, dan herbisida.

E.    Kelemahan

  1. Hasil transgenic belum terbukti aman.
  2. Hasil transgenic akan mengganggu keseimbangan alam.
  3. Mempengaruhi perekonomian global.

 

 

 

 

Bab II

 A.   Kesimpulan

  1. Rekayasa transgenik dapat menghasilkan prodik lebih banyak dari sumber yang lebih sedikit.
  1. Rekayasa tanaman dapat hidup dalam kondisi lingkungan ekstrem akan memperluas daerah pertanian dan mengurangi bahaya kelaparan.
  2. Makanan dapat direkayasa supaya lebih lezat dan menyehatkan.

B.    Saran

Setelah membaca makalah di atas maka penulis menyarankan agar kita lebih berhati-hati dalam melakukan setiap percobaan apalagi mnyangkut gen dan segala rekayasanya karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Comments

Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore ( SKI)

  • Kerajaan Ternate dan Tidore terletak disebelah barat Pulau Halmahera, Maluku Utara.
  • Dari wilayah kerajaan ini banyak dihasilkan rempah-rempah, terutama cengkeh dan pala yang banyak dicari oleh para pedagang Internasional.
  • Pada abad ke – 12M, permintaan cengkeh dan pala dari Eropa makin meningkat. Karena kekayaan rempah-rempah ini, setiap daerah di Maluku ingin menjadi penguasa tunggal dalam perdagangan rempah-rempah. Sehingga terjadilah persekutuan daerah antarakerajaan.
  • Persekutuan-persekutuan tersebut adalah Uli Lima (persekutuan lima), yaitu persekutuan antara lima saudara yang dipimpin oleh Ternate, meliputi Obi, Bacan, Seram, dan Ambon serta Uli Siwa (persekutuan Sembilan), yaitu persekutuan antara Sembilan bersaudara yang wilayah-wilayahnya meliputi Pulau Tidore, Makyan, Halmahera atau Jailolo, dan pulau-pulau di daerah itu sampai Papua.
  • Pada tahun 1512 bangsa Portugis datang ke Ternate, sedangkan pada tahun yang sama pula, bangsa Spanyol dating mmendekati Tidore. Kedua bangsa ini sama-sama ingin berkuasa di tempat kedatangannya, sehingga mereka berusaha bersekutu dan mendukung penguasa setempat.
  • Setelah 10 tahun berada di Kerajaan Ternate, Bangsa Portugis berhasil mendirikan benteng yang bernama Sao Polo, menurut mereka benteng tersebut berfungsi untuk melindungi Kerajaan Ternate dari serangan Kerajaan Tidore padahal itu adalah taktik Portugis untuk dapat bertahan untuk berdagang dan menguasai Ternate.
  • Pembangunan Benteng Sao Polo menimbulkan perlawanan. Ada seorang yang menentang kehadiran kekuatan militer Portugis yaitu Sultan Hairun yang sudah berkuasa di Kerajaan Ternate sejak tahun 1559. Ia tidak ingin perekonomian dan pemerintahan kerajaannnya dikendalikan oleh bangsa lain.
  • Ketidaksetujuan Sultan Hairun terhadap Portugis berbentuk perundingan dengan Portugis di Benteng Sao Polo.
  • 1570, Sultan Hairun dibunuh dan para pejabat Portugis dicurigai sebagai dalang pembunuhan tersebut.
  • Raja yang memimpin kerajaan Ternate selanjutnya yaitu Sultan Baabullah melawan Portugis. 1575 Portugis meninggalakan bentengnya di Ternate dan menaklukan Tior dan berhasil menguasainya dari tahun 1578 sampai tahun 1976.
  • Sultan Baabullah mendapat julukan Tuan Dari Tujuh Puluh Dua Pulau.
  • Kehidupan social masyarakat Maluku sanagat dipengaruhi oleh datangnya pedagang-pedagang asing. Sebelumnya, masyarakat Tidore telah mengenal budaya dan agama Islam. Pengaruh Islam sangat terasa di Maluku Utara, yaitu Ternate dan Tidore.
  • Perkembangan politik anti imperialism Sultan Baabullah menyebabkan pengaruh budaya Portugis dan Belanda lebih terpusat di luar Ternate dan Tidore, yaitu di Kepulauan Maluku bagian Selatan.
  • Beberapa daerah seperti Ambon, menjadi pusat penyebaran agama Katolik dan Protestan yang dibawa bangsa Portugis dan Belanda.

Comments

Bentuk – Bentuk Usaha Pembelaan Negara ( Kewarganegaraan )

1. Peraturan Hukum tentang Wajib Bela Negara

Membela Negara menjadi kewajiban bai setiap warga Negara. Peraturan perundang – undangan di Indonesia yang mengatur tentang bela Negara adalah sebagai berikut :

  1. a.     UUD 1945

Hak dan kewajiban warga Negara dalam upaya bela Negara diatur pada pasal 27 ayat 3 seperti telah disebutkan dan pasal 30 UUD 1945. Pada pasal 30 ayat 1, 2, 3, 4, dan 5 menyatakan hal berikut :

(1)   Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

(2)    Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.

(3)    Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

(4)   Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hokum

(5)   Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisia n Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.  KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR VI/MPR/2000 TENTANG PEMISAHAN TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN KEPOLISIAN NEGARA  REPUBLIK INDONESIA

 

v Pasal 1  

Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia secara kelembagaan terpisah sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.                              

 

v Pasal 2

(1)   Tentara Nasional Indonesia adalah alat negara yang berperan dalam pertahanan negara.   (2) Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamana. (3) Dalam hal terdapat keterkaitan kegiatan pertahanan dan kegiatan keamanan, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia harus bekerja sama dan saling membantu.

 

 

 

2. Pertahan dan Keamanan Negara

Berdasarkan berbagai ketentuan tentang bela Negara di atas, sebenarnya masalah bela Negara meliputi masalah pertahanan dan keamanan Negara .

  1. A.    Pertahanan Negara

Pertahanan Negara merupakan salah satu fungsi pemerintah Negara dalam rangka mewujudkan satu kesatuan pertahanan Negara demi mencapai tujuan nasional. Berdasarkan UU No.3 tahun 2002 tentang pertahanan Negara, disebutkan bahwa pertahanan Negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.

System pertahanan Negara yang dipakai di Indonesia adalah system pertahanan Negara yang bersifat semesta. Artinya, system pertahanan yang melibatkan seluruh warga Negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secra dini oleh pemerintah yang diselenggarakan secara terpadu, terarah, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

Komponen yang terlibat dalam system pertahanan Negara yang bersifat semesta meliputi komponen utama, cadangan, dan pendukung.

 

1)     Komponen utama adalah TNI yang selalu siap mempertahankan Negara dan  melaksanakan tugas tugas pertahanan.

2)     Komponen cadangan adalah sumber daya nasional yang siap diarahkan untuk mempertahankan Negara guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama. Komponen cadangan meliputi rakyat terlatih dan perlawanan rakyat.

3)     Komponen pendukung adalah sumber daya nasional yang siap mendukung komponen utama dan cadangan dalam mempertahankan Negara. “Komponen pendukung” adalah “sumber daya nasional” yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk perlawanan fisik.

“Sumber daya nasional” terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan. Sumber daya nasional yang dapat dimobilisasi dan didemobilisasi terdiri dari sumber daya alamsumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang mencakup berbagai cadangan materiil strategis, faktor geografi dan lingkungan, sarana dan prasarana di darat, di perairan maupun di udara dengan segenap unsur perlengkapannya dengan atau tanpa modifikasi.

Komponen pendukung terdiri dari 5 segmen :

[sunting]Para militer

 

 

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.” dan ” Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.” Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara :
1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.
2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.
3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.
4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.
5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.
6. Amandemen UUD ’45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.
7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

 

 

Comments (1)

Bahan Penyedap ( KIMIA : Zat Aditif )

  • Bahan penyedap merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang dapat memberikan, menambah, atau mempertegas rasa. Bahan penyedap dapat berasal dari ekstrak alami atau buatan.

1. Bahan Penyedap Alami

  • Penyedap rasa alami yang aman untuk digunakan antara lain :

a. Jahe

b. Kayu Manis

c. Lada/Merica

d. Garam

2. Bahan Penyedap Buatan

  • Penyedap buatan yang masih aman untuk digunakan manusia antara lain : MSG (Monosodium Glutamat). Ada juga yang berbahaya yaitu: Ganja.

Efek negatif bahan penyedap antara lain :

a. Menghambat pertumbuhan

b. Memperburuk gangguan saraf

c. Gejala pening dan mati rasa

d. Kerusakan jaringan otak

e. Menyebabkan kanker

 

Efek positif dari bahan penyedap antara lain :

a. Memberi rasa yang kuat pada makanan

b. Menambah kualitas makanan

 

Comments

Bahan Pemanis ( KIMIA : Zat Aditif )

Bahan Pemanis:

žMerupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis.
žBahan pemanis terbagi menjadi 2 macam yaitu :
ü Pemanis alami
ü Pemanis buatan
Pemanis Alami
  • žPemanis alami adalah bahan pemanis yang diperoleh dari bahan-bahan alami.
  • žBeberapa pemanis alami yang sering digunakan antara lain: gula, madu, tebu, dll.
  • kelebihan : Tidak memiliki efek samping.
Pemanis buatan
  • pemanis buatan adalah bahan pemanis yang terbuat dari bahan – bahan kimia.
  • contoh : aspartam, siklamat, dll.
  • Kekurangan : dapat menyebabkan kanker kandung kemih, mengandung toksin, dll.
  • kelebihan : memberikan rasa yang lebih manis.

Comments

Multiple Intelligences (Moral)

Teori Multiple Intelligences bertujuan untuk mentransformasikan sekolah agar kelak sekolah dapat mengakomodasi setiap siswa dengan berbagai macam pola pikirnya yang unik. Howard Gardner (1993) menegaskan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai, ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Secara rinci masing-masing kecerdasaan tersebut dijelaskan sebagai berikut :

1. Kecerdasan matematika-logika

Kecerdasan matematika-logika menunjukkan kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Peserta didik dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu. Ia menyenangi berpikir secara konseptual, misalnya menyusun hipotesis dan mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. Peserta didik semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, mereka akan cenderung berusaha untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya tersebut. Peserta didik ini juga sangat menyukai berbagai permainan yang banyak melibatkan kegiatan berpikir aktif, seperti catur dan bermain teka-teki.

2.  Kecerdasan bahasa

Kecerdasan bahasa menunjukkan kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. Peserta didik dengan kecerdasan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa seperti membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya. Peserta didik seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat, misalnya terhadap nama-nama orang, istilah-istilah baru, maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, peserta didik ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik lainnya.

3.  Kecerdasan musikalï€

Kecerdasan musikal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama. Peserta didik jenis ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, entah melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan tape recorder, radio, pertunjukan orkestra, atau alat musik dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasan apabila dikaitkan dengan musik.

4. Kecerdasan visual-spasial

Kecerdasan visual-spasial menunjukkan kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang. Peserta didik ini memiliki kemampuan, misalnya, untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan. Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual-spasial ini. Peserta didik demikian akan unggul, misalnya dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan.

5. Kecerdasan kinestetik

Kecerdasan kinestetik menunjukkan kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada peserta didik yang unggul pada salah satu cabang olahraga, seperti bulu tangkis, sepakbola, tenis, renang, dan sebagainya, atau bisa pula dijumpai pada peserta didik yang pandai menari, terampil bermain akrobat, atau unggul dalam bermain sulap.

6. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya. Kecerdasan semacam ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, yang selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.

7. Kecerdasan intrapersonal ï€

Kecerdasan intrapersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Ia cenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Peserta didik semacam ini senang melakukan instropeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya, kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Beberapa diantaranya cenderung menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung, dan berdialog dengan dirinya sendiri.

8. Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, atau hutan. Peserta didik dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda angkasa, dan sebagainya.

Melalui konsepnya mengenai multiple intelligences atau kecerdasan ganda ini Gardner mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan dari tunggal menjadi jamak. Kecerdasan tidak terbatas pada kecerdasan intelektual yang diukur dengan menggunakan beberapa tes inteligensi yang sempit saja, atau sekadar melihat prestasi yang ditampilkan seorang peserta didik melalui ulangan maupun ujian di sekolah belaka, tetapi  kecerdasan juga menggambarkan kemampuan peserta didik pada bidang seni, spasial, olah-raga, berkomunikasi, dan cinta akan lingkungan.

Comments

Menyayangi Orang Lain dan Suka Menolong ( Moral )

  • Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk melangsungkan hidupnya.
  • Sebagai mahluk sosial, perilaku tolong-menolong itu sangat penting. Maka kita harus ikhlas dan sungguh-sungguh melakukannya.
  • Tolong-menolong selalu mengandung unsur pengorbanan.
  • Tolong-menolong itu sendiri dapat kita artikan, yaitu kemauan untuk membantu meringankan penderitaan dan kesukaran orang lain.

Comments

Membiasakan Perilaku Jujur (Moral)

—Jujur  adalah kesesuaian antara ucapan dengan perbuatan serta dengan hati nurani.
—Contoh:
  •  Tidak korupsi, mengakui kesalahan,dll.
—Manfaat jujur :
  • Melaksanakan ajaran yang mulia dari agama dan budaya luhur yang dianut oleh bangsa manapun.
  • Akan dihormati oleh orang lain.
  •  Mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Comments

Masuknya Islam ke Indonesia (SKI)

SKI adalah ilmu yang mempelajari tentang kondisi – kondisi perkembanagan kebudayaan (politik, ekonomi, kesenian) yang terjadi pada masa dinasti Abassiyah (puncak kejayaan islam).

Sebelum masuknya Islam, bangsa Indonesia menganut berbagai kepercayaan yang telah mendarah daging seperti animisme (kepercayaan terhadap roh – roh yang dianggap suci) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda).

  1. A.  Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Masuknya agama Islam ke Indonesia hingga kini dengan pasti. Tetapi ada 2 pendapat yang umumnya diterima.

  • Abad ke- 7 M
  1. Catatan sejarah kerajaan Cina

Menurut catatan ini, Pada zaman Dinasti Tang terdapat orang-orang ta-shih* untuk menyerang kerajaan Holing.

  1. Berita Chou Ku-Fei

Menurut berita ini, di daerah Indonesia saat itu terdapat dua tempat yang menjadi komunitas orang ta-shih*, yaitu fo-lo-an dan sumatera.

  1. Berita Jepang

Berita ini menceritakan perjalanan pendeta Kanshin ke Indonesia. Dalam berita tersebut dikemukakan bahwa pada masa itu di Kanton terdapat kapal-kapal Po-sse* dan Ta-shih K-uo**.

(cat: *orang-orang Arab dan **bangsa melayu)

  • Abad ke- 13M
  1. Catatan perjalanan Marco Polo

Catatan ini mengisahkan perjalanan Marco Polo ke Sumatera bagian utara. Pada saat itu, Marco Polo sempat singgah ke Kerajaan Islam Samudera Pasai dalam pelayarannya kembali ke Eropa dari Cina.

  1. Berita Ibn Battutah

Pendapat ini mendukung serta batu nisan Sultan Malik as-salih ditemukan di Sumatera Utara barangka tahun Ramadan 676H. Sultan Malik as-salih dikenal sebagai seorang pengajar taswuf.

 

Golongan pembawa agama Islam di Indonesia adalah kaum pedagang. Hal itu sangat efisien karena pada masa itu pelayaran dan perdagangan Internasional snagat berkembang. Sehingga daerah yang terlebih dahulu memeluk agama islam adalah daerah pesisir. Selain itu, kaum mubalig atau guru agama juga dating untuk mengajarkan dan menyebarkan agama islam. Mereka mendirikan banyak pesantren yang mencetak kader-kader ulama atau gur agama local. Golongan lain yang juga disebut sebagai pembawa agama islam adalah penganut tasawuf (kaum sufi).

Di Indonesian terdapat dua kelompok besar masyarakat penerima agama islam, yaitu golongan elite (para, bangasawan, dan penguasa) dan golongan wong cilik (golongan lapisan bawah). Disamping sebagi penguasa politik, golongan elite juga mempunyai peranan dalam menentukan kebijakan-kebijakan perdagangan dan pelayaran. Di antara golongan elite tersebut terdapat pula para pemilik saham dan pemegang monopoli dagang atau pelayaran.

  1. B.  Cara-Cara Masuknya Islam ke Indonesia

Masuknya islam di Indonesia pada umumnya berjalan damai. Secara umum, Islam masuk ke Indonesia dengan cara-cara berikut ini.

v Perdagangan

Masuknya islam ke Indonesia terjadi pada tahap awal, yaitu sejalan dengan ramainya lalu lintas perdagangan laut pada abad ke-7M hingga abad ke-16M. pedagang muslim yang berdagang ke Indonesia makin banyak sehingga akhirnya membentuk pemukiman yang disebut pekojan.

v Perkawinan

Para pedagang Islam yang dating ke Indonesia banyak yang menikah dengan wanita pribumi. Wanita-wanita pribumu yang beragama islam diminta mengucapkan syahadat  sebagai tanda menerima Islam sebagai agamanya. Melalui proses seperti ini, kelompok mereka makin besar dan lambat laun berkembang dari komunitas kecil menjadi kerajaan-kerajaan Islam.

v Pendidikan

Penyebaran Islam melalui pendidikan, dilakukan melalui pesantren-pesantren, khususnya oleh para kiai. Disamping mengajar di pesantren-pesantren, para kiai sering kali menjadi penasihat para raja atau bangsawan.

v Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Bebrapa tokoh tasawuf yang terkenal adalah Hamzah fansuru, syamsudin, Syekh abdul shamad, dan Nuruddin ar-Raniri.

v Kesenian

Penyebaran agama islam di Indonesia terlihat pula dalm kesenian Islam. Hasil-hasil ini dapat pula dilihat pada bangunan masjid-masjid kuno di Demak, Cirebon, Banten, dan aceh.

 

 

  1. C.  Perkembangan Islam di Indonesia

Kerjaan Samudera Pasai adalah kerajaan islam pertama di Indonesia. Saat itu, Pasai menjadi pusat perdagangan yang banyak disinggahi para pedagang dari berbagi Negara, namu perananan malaka dapat membuat turun Samudera Pasai. Pada abad ke-14, Malaka telah tumbuh menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Perkembangan Islam di Pulau Jawa relative cepat seiring dengan semakin lemahnya Kerajaan Majapahit. Factor yang menyebabkan agama islam dapat cepat berkembang dengan cepat di Indonesia. Diantaranya sebagai berikut.

  • Syarat untuk masuk agama islam sangatlah udah. Sesorang hanya butuh mengucapkan kalimat syahadat. Dengan begitu secara resmi orang tersebut sudah masuk agama Islam.
  • Agama Islam tidak mengenal system kasta. Setiap anggota masyarakat mempunyai kedudukan yang sama di mata Allah SWT.
  • Penyebaran agama Islam dilakukan dengan jalan yang relative damai(tanpa melalui kekerasan).
  • Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah member peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain.
  • Upacara-upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana.

Perkembangan Islam di bebrapa wilayah di Indonesia sekitar abad ke-12 hingga abad ke-16 adalah sebagai berikut.

1)    Pulau Sumatera

Pada abad ke-7M daerah Sumatera bagian utara adalah pusat perdagang rempah-rempah yanmg sangat ramai. Letak pelabuhanyang strategis untuk menunggu datangnya angin musim dari timur Laut yang menuju ke barat. Dalam selang waktu tersebut, para pedagang Arab kemudian ikut menyebarkan agama islam.

Di Sumatera bagian selatan, kemunduran kerajaan Budha Sriwijaya pada abad ke-13M, dimanfaatkan oleh Kerajaan Samudera Pasai untuk muncul sebagai kekuatan ekonomi baru. Jalur perdagangan di Selat Malaka semakin ramai dan berkembang dari kerajaan Samudera Pasai kea rah Malaka dan Pulau Jawa.

2)    Pulau Jawa

Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa diperkirakan dari malaka. Namun, kapan tepatnya tidak diketahui dengan pasti. Bukti tertua tentang agama Islam di Pulau jawa dari batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, yang berangka tahun 1082M. Namun, hal ini  belum berarti bahwa saat itu Islam ssudah masuk di daerah Jawa Timur. Setelah akhir abad ke-13M bukti-bukti islamisasi sudah banyak ditemukan di Pulau Jawa seperti, beberapa batu nisan di Troloyo, Trowulan, dan Gresik.

Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa kemunduran, di awal abad ke-15M, kota-kota pelabuhan seperti Tuban dan Gresik muncul sebgai pusat penyebaran agama Islam. Dari kedua kota ini pengaruh agama Islam menyebar hingga ke kota-kota pelabuhan bagian Timur Indonesia sepertii, Maluku. Dan menyebar ke daerah pesisir utara Jawa Barat seperti Cirebon, Sunda Kelapa, dan Banten sangat potensial sebagai daerah pemasarn hasil bumi.

3)    Pulau Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi

Penyebaran Islam di Pulau Kalimantan dapat diketahui dari Hikayat Banjar milik Kerajaan Banjar. Islamisasi di daerah ini dilatarbelakangi oleh adanya kepentingan politik Kerajaan Demak dalam konflik antara Kerajaan Banjar dan Kerajaan Daha.

Sementara itu, penyebaran agama islam di daerah Maluku dan Sulawesi berjalan damai. Proses ini tidak dapat dipisahkan dari terjalinnya hubungan dan pelayaran internasional Malaka-Jawa-Maluku. Pengaruh agama Islam diperkirakan masuk ke Maluku pada abad ke-14M. adapun di Sulawesi, terutama bagian selatan, agama islam diperkirakan masuk pada abad ke-16M. di daerah ini islamisasi terjadi melalui konversi pusat kekuasaan (istana/keratin). Konversi agama dijalankan dengan pust kekuasaan yang telah ada.

Comments

« Previous entries Next Page »