Tugas Akhir Sekolah

Contoh Karya Ilmiah Biologi


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya dapat mengumpulkan tugas makalah yang berjudul  “ Tumbuhan&Tanaman Transgenik dan Fertilisasi Invitro ” dengan tepat waktu.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

  Tangerang, Februari 2012

 

                                                                                                                        Penyusun

 


 

Fertilisasi In Vitro

Bab I

A.   Definisi

Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Atau FIV adalah teknik mencampurkan sel telur wanita dengan spermaa dari pasangannya ke dalam wadah kecil atau tuba tes di laboratorium untuk membuat fertilisasi terjadi. Begitu sel telurnya berhasil difertilisasi (pada tahap ini dikenal sebagai embrio), satu atau lebih embrio ditempatkan di kandungan wanita melalui serviks.

 B.    Tujuan

Untuk membantu pasangan suami istri yang sulit mendapat keturunan atau anak. Ataupun bagi pasangan yang ingin menentukan jenis kelamin bagi buah hati mereka.

C.   Langkah – Langkah

  1. Istri diberi obat pemicu ovulasi yang berfungsi untuk merangsang indung telur mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel-sel telurnya matang.
  2. Pematangan sel-sel telur sipantau setiap hari melalui pemeriksaan darah Istri dan pemeriksaan ultrasonografi.
  3. Pengambilan sel telur dilakukan dengan penusukan jarum (pungsi) melalui vagina dengan tuntunan ultrasonografi.
  4. Setelah dikeluarkan beberapa sel telur, kemudian sel telur tersebut dibuahi dengan sel sperma suaminya yang telah diproses sebelumnya dan dipilih yang terbaik.
  5. Sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan di dalam tabung petri kemudian dibiakkan di dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan keesokan harinya diharapkan sudah terjadi pembuahan sel.
  6. Embrio yang berada dalam tingkat pembelahan sel ini. Kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri. Pada periode ini tinggal menunggu terjadinya kehamilan.
  7.  Jika dalam waktu 14 hari setelah embrio diimplantasikan tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk kehamilan, dan seminggu kemudian dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi.

D.   Faktor yang Mempengaruhi

  1. Usia sang ibu. Semakin muda usia sang ibu maka semakin besar peluang keberhasilan.
  2. Ada atau tidak adanya penyakit penyerta seperti kista, miom, dll pada saluran telur. Jika ada maka harus ditangani terlebih dahulu.
  3. Sang ayah. Semakin sedikit jumlah sperma yang dihasilkan sang suami, semakin kecil peluang keberhasilan program bayi tabung tersebut.

 Keunggulan

  1. 1.         Sisa embrio dapat disimpan untuk dipindahkan pada lain kesempatan tanpa harus mengulangi keseluruhan proses fertilisasi in-vitro.
  2. Member peluang bagi pasangan suami istri untuk bisa memiliki anak.
  3. Jenis kelamin anak yang akan lahir dapat diatur oleh keinginan kita.

 F.     Kelemahan

  1. Ada kemungkinan kelainan genetis.
  2. Harganya sangat mahal.
  3. Kemungkinan untuk berhasilnya sedikit.

 

Bab II

A.   Kesimpulan

Bayi tabung dapat digunakan oleh pasangan yang sulit untuk mendapatkan anak, walaupun tingkat keberhasilannya tidak mencapai 100%. Atau oleh orang-orang yang menginginkan anak tetapi belum menikah.

B.    Saran

Cobalah untuk menggunakan cara ini walaupun belum tentu berhasil, karena setidaknya anda sudah mencoba. Karena memiliki anak adalah salah satu takdir yang diberikan oleh Tuhan YME.

 


 

Tumbuhan dan Hewan Transgenik

Bab I

 A.   Definisi

Tumbuhan dan hewan transgenic adalah tumbuhan DNA tanaman dan hewan yang mendapat sisipan gen tertentu dari organism lain.

B.    Tujuan

Untuk mendapatkan organism dengan sifat unggulan.

C.   Langkah-Langkah

  1. Mengambil plasmid suatu bakteri yang akan disisipkan.
  2. Pada plasmid tersebut disisipi gen tertentu ( DNA Rekombinan).
  3. Lalu plasmid yang sudah disisipi gen tadi dimasukkan ke dalam sel vector.
  4. Lalu sel vector digandakan dan dimasukkan pada sel tumbuhan atau sel hewan.
  5. Hasilnya akan bertambah banyak.

 D.   Keunggulan

  1. Dapat menghasilkan tanaman dan hewan yang bersifat unggul.
  2. Peningkatan kadar protein.
  3. Pembentukan tanaman resisten hama, penyakit, dan herbisida.

E.    Kelemahan

  1. Hasil transgenic belum terbukti aman.
  2. Hasil transgenic akan mengganggu keseimbangan alam.
  3. Mempengaruhi perekonomian global.

 

 

 

 

Bab II

 A.   Kesimpulan

  1. Rekayasa transgenik dapat menghasilkan prodik lebih banyak dari sumber yang lebih sedikit.
  1. Rekayasa tanaman dapat hidup dalam kondisi lingkungan ekstrem akan memperluas daerah pertanian dan mengurangi bahaya kelaparan.
  2. Makanan dapat direkayasa supaya lebih lezat dan menyehatkan.

B.    Saran

Setelah membaca makalah di atas maka penulis menyarankan agar kita lebih berhati-hati dalam melakukan setiap percobaan apalagi mnyangkut gen dan segala rekayasanya karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a Comment