Tugas Akhir Sekolah

Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore ( SKI)

  • Kerajaan Ternate dan Tidore terletak disebelah barat Pulau Halmahera, Maluku Utara.
  • Dari wilayah kerajaan ini banyak dihasilkan rempah-rempah, terutama cengkeh dan pala yang banyak dicari oleh para pedagang Internasional.
  • Pada abad ke – 12M, permintaan cengkeh dan pala dari Eropa makin meningkat. Karena kekayaan rempah-rempah ini, setiap daerah di Maluku ingin menjadi penguasa tunggal dalam perdagangan rempah-rempah. Sehingga terjadilah persekutuan daerah antarakerajaan.
  • Persekutuan-persekutuan tersebut adalah Uli Lima (persekutuan lima), yaitu persekutuan antara lima saudara yang dipimpin oleh Ternate, meliputi Obi, Bacan, Seram, dan Ambon serta Uli Siwa (persekutuan Sembilan), yaitu persekutuan antara Sembilan bersaudara yang wilayah-wilayahnya meliputi Pulau Tidore, Makyan, Halmahera atau Jailolo, dan pulau-pulau di daerah itu sampai Papua.
  • Pada tahun 1512 bangsa Portugis datang ke Ternate, sedangkan pada tahun yang sama pula, bangsa Spanyol dating mmendekati Tidore. Kedua bangsa ini sama-sama ingin berkuasa di tempat kedatangannya, sehingga mereka berusaha bersekutu dan mendukung penguasa setempat.
  • Setelah 10 tahun berada di Kerajaan Ternate, Bangsa Portugis berhasil mendirikan benteng yang bernama Sao Polo, menurut mereka benteng tersebut berfungsi untuk melindungi Kerajaan Ternate dari serangan Kerajaan Tidore padahal itu adalah taktik Portugis untuk dapat bertahan untuk berdagang dan menguasai Ternate.
  • Pembangunan Benteng Sao Polo menimbulkan perlawanan. Ada seorang yang menentang kehadiran kekuatan militer Portugis yaitu Sultan Hairun yang sudah berkuasa di Kerajaan Ternate sejak tahun 1559. Ia tidak ingin perekonomian dan pemerintahan kerajaannnya dikendalikan oleh bangsa lain.
  • Ketidaksetujuan Sultan Hairun terhadap Portugis berbentuk perundingan dengan Portugis di Benteng Sao Polo.
  • 1570, Sultan Hairun dibunuh dan para pejabat Portugis dicurigai sebagai dalang pembunuhan tersebut.
  • Raja yang memimpin kerajaan Ternate selanjutnya yaitu Sultan Baabullah melawan Portugis. 1575 Portugis meninggalakan bentengnya di Ternate dan menaklukan Tior dan berhasil menguasainya dari tahun 1578 sampai tahun 1976.
  • Sultan Baabullah mendapat julukan Tuan Dari Tujuh Puluh Dua Pulau.
  • Kehidupan social masyarakat Maluku sanagat dipengaruhi oleh datangnya pedagang-pedagang asing. Sebelumnya, masyarakat Tidore telah mengenal budaya dan agama Islam. Pengaruh Islam sangat terasa di Maluku Utara, yaitu Ternate dan Tidore.
  • Perkembangan politik anti imperialism Sultan Baabullah menyebabkan pengaruh budaya Portugis dan Belanda lebih terpusat di luar Ternate dan Tidore, yaitu di Kepulauan Maluku bagian Selatan.
  • Beberapa daerah seperti Ambon, menjadi pusat penyebaran agama Katolik dan Protestan yang dibawa bangsa Portugis dan Belanda.

Leave a Comment